Jumat, 26 Oktober 2012

Pengertian Optimasi Global

Optimasi Global
Dilakukan dengan analisis flow, yaitu suatu graph berarah yang menunjukkan jalur yang mungkin selama eksekusi program. Ada 2 kegunaan optimasi global, yaitu bagi para programmer dan untuk compiler itu sendiri.

1. Bagi Programmer
a.Unreachable / dead code : Kode yang tidak pernah dieksekusi
Misalnya :
X := 5;
IF X = 0 THEN
A := A + 1
Instruksi
A := A + 1
Tidak pernah dikerjakan karena kondisi X tidak pernah menjadi 0, sehingga memperlambat proses.

b.Unused parameter : parameter yang tidak pernah digunakan dalam prosedur
Misalnya :
Procedure penjumlahan(a,b,c; Integer);
Var x : integer;
Begin
x := a + b;
End
Parameter c tidak pernah digunakan sehingga tidak perlu diikutsertakan dikarenakan pada prosedur penjumlahan c tidak pernah dikenakan suatu proses atau nilai

c.Unused variable
: variabel yang tidak pernah digunakan dalam program.
Misalnya :
Var a,b : Integer;
Begin
a := 5;
end;
Variabel b tidak pernah digunakan dalam manipulasi, sehingga tidak perlu dideklarasikan

d.Variable : variabel yang dipakai tanpa nilai awal
Misalnya :
Var a,b : Integer;
Begin
a := 5;
a := a + b;
end;
Variabel b digunakan tetapi tidak memiliki harga awal

2.Bagi Compiler
a.Meningkatkan efisiensi eksekusi program
b.Menghilangkan useless code / kode yang tidak terpakai

Kamis, 25 Oktober 2012

Pengertian Optimasi Lokal

Optimasi Lokal
Optimasi yang dilakukan hanya pada suatu blok dari source code, dengan cara :
1. Folding
Nilai konstanta atau ekspresi yang bisa dievaluasi pada saat compile time diganti dengan nilai komputasinya.
Contoh instruksi :
A:=2+3+B
diganti menjadi
A:=5+B

2. Redundant – Subexpression Elimination
Menggunakan hasil komputasi terdahulu daripada melakukan komputasi ulang.
Contoh urutan instruksi :
A:=B+C
X:=Y+B+C
B+C redundan, bisa memanfaatkan hasil komputasi sebelumnya, selama tidak ada perubahan nilai pada  variabel.

3. Optimasi dalam sebuah iterasi

a.Loop Unrolling 
Menggantikan suatu loop dengan menulis statement dalam loop beberapa kali. Hal ini didasari pemikiran, sebuah iterasi pada implementasi level rendah akan memerlukan operasi sebagai berikut.
1.Inisialisasi / pemberian nilai awal pada variabel loop. Dilakukan sekali pada saat permulaan eksekusi loop.
2.Pengujian, apakah variabel loop telah mencapai kondisi terminasi.
3.Adjustment yaitu penambahan atau pengurangan nilai pada variabel loop dengan jumlah tertentu.
4.Operasi yang terjadi pada tubuh perulangan (loop body).
Dalam setiap perulangan akan terjadi pengujian dan adjusment yang menambah     waktu eksekusi.
Contoh instruksi :
FOR I:=1 to 2 DO
A[I]:=0;
dioptimasi menjadi
A[1] := 0;   
A[2] := 0;

Pada instruksi pertama yang menggunakan iterasi perlu dilakukan inisialisasi setiap eksekusi loop, pengetesan, adjustment, dan operasi pada tubuh perulangan. Yang kesemuanya itu menghasilkan banyak instruksi. Karena itu dengan optimasi hanya memerlukan dua instruksi assignment.

b.Frequency Reduction 
Memindahkan statement ke tempat yang lebih jarang dieksekusi.
Contoh instruksi :
FOR I:=1 TO 10 DO
BEGIN
X:=5;
A:=A+1;
END;
Variabel X dapat dikeluarkan dari iterasi, menjadi :
X:=5;
FOR I:=1 TO 10 DO
BEGIN
A:=A+1
END;

4. Strength Reduction
Mengganti suatu operasi dengan jenis operasi lain yang lebih cepat dieksekusi.
Contoh : 
Pada beberapa komputer operasi perkalian memerlukan waktu lebih banyak untuk dieksekusi dari pada operasi penjumlahan, maka penghematan waktu bisa dilakukan dengan mengganti operasi perkalian tertentu dengan penjumlahan. 

Contoh lain :
A := A + 1
Dapat digantikan dengan
INC(A)

Rabu, 24 Oktober 2012

Pengertian Teknik Optimasi

Teknik Optimasi
Teknik Optimasi Bertujuan menghasilkan kode program dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga lebih cepat eksekusinya.

Berdasarkan ketergantungan pada mesin :
1.Machine Dependent Optimizer
Kode dioptimasi sehingga lebih efisien pad mesin tertentu. Optimasi ini memerlukan informasi mengenai feature yang ada pada mesin tujuan dan mengambil keuntungan darinya untuk menghasilkan kode yang lebih pendek atau dieksekusi lebih cepat.

2.Machine Independent Optimizer
Strategi optimasi yang bisa diaplikasikan tanpa tergantung pada mesin tujuan tempat kode yang dihasilkan akan dieksekusi nantinya.

Selasa, 23 Oktober 2012

Proses Pengembangan Produk Baru

Proses Pengembangan Produk Baru
Kotler dalam bukunya Marketing Management (2009) mengemukakan bahwa ada delapan proses pengembangan produk baru yaitu mencakup: pemunculan gagasan (idea generation), penyaringan gagasan (idea screening), pengembangan dan pengujian konsep (concept development and testing), pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy development), analisis bisnis (business analysis), pengembangan produk (product development), pengujian pasar (market testing), dan komersialisasi (commercialization). Dalam setiap tahapan proses tersebut, manajemen akan mereview dan mengambil keputusan apakah lanjut atau menghentikan proses pengembangan produk baru tersebut.

Menurut Kotler dalam buku Marketing (1987), langkah-langkah penting dalam pengembangan produk yaitu:

1) Pemunculan gagasan (idea generation)
Pengembangan baru dimulai dengan penelitian terhadap berbagai gagasan produk baru. Pemunculan gagasan baru harus sesuai dengan jenis usaha perusahaan dan konsumen sebagai salah satu sumber yang paling logis untuk mencari gagasan-gagasan produk baru.

2) Penyaringan gagasan (idea screening)
Tujuan penyaringan adalah mengurangi banyaknya gagasan dengan mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin.

3) Pengembangan dan pengujian konsep (concept development and testing)
Suatu ide atau gagasan yang lolos penyaringan selanjutnya dikembangkan menjadi beberapa alternatif konsep produk. Dalam hal ini, konsep produk berbeda dengan gagasan produk dan citra produk. Suatu gagasan produk adalah gagasan bagi kemungkinan produk yang oleh perusahaan dianggap bisa ditawarkan ke pasar. Suatu konsep produk adalah versi terinci dari ide yang diungkapkan dalam istilah konsumen yang punya arti. Sedangkan suatu citra produk (image) adalah gambaran khusus yang diperoleh dari produk nyata atau calon produk.

4) Pengembangan strategi pemasaran (marketing strategy development)

Pernyataan strategi pemasaran terdiri dari tiga bagian untuk memperkenalkan produk ke pasar. Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan tingkah laku pasar sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang hendak dicari pada beberapa tahun pertama. Bagian kedua dari pernyataan strategi pemasaran menguraikan harga produk yang direncanakan, strategi distribusi, dan biaya pemasaran selama tahun pertama. Bagian ketiga menjelaskan penjualan jangka panjang yang direncanakan, serta sasaran keuntungan dan strategi bauran pemasaran selama ini.

5) Analisis usaha (business analysis)
Bila manajemen telah menentukan konsep produk dan strategi pemasaran, perusahaan bisa mengevaluasi daya tarik usulan usaha itu. Manajemen harus menilai penjualan, biaya, dan perkiraan laba untuk menentukan apakah mereka telah memenuhi tujuan perusahaan. Jika telah memenuhi, produk bisa bergerak maju ke langkah pengembangan produk.

6) Pengembangan produk (product development)
Bila konsep produk lolos dari uji analisis usaha, konsep itu lalu menuju riset dan pengembangan dan/atau rekayasa untuk dikembangkan menjadi produk fisik. Bagian riset dan pengembangan membuat satu atau beberapa versi bentuk fisik dari konsep produk agar bisa menemukan sebuah prototipe yang memenuhi konsep produk dan dapat diproduksi dengan biaya produksi yang telah dianggarkan.

7) Pengujian pasar (market testing)
Pengujian pasar ialah keadaan dimana produk dan program pemasaran diperkenalkan kepada kalangan konsumen yang lebih otentik untuk mengetahui bagaimana konsumen dan penyalur mengelola, memakai, dan membeli-ulang produk itu dan seberapa luas pasarnya.

8) Komersialisasi
Tahap komersialisasi menyangkut perencanaan dan pelaksanaan strategi peluncuran (launching strategy) produk baru ke pasar. Dalam melemparkan suatu produk, perusahaan harus memutuskan: kapan, dimana, pada siapa, dan bagaimana.

Senin, 22 Oktober 2012

Proses Keputusan Pembelian Produk Baru

Proses Keputusan Pembelian Produk Baru
Produk Baru
Barang, Jasa atau Ide yang dianggap oleh sebagian calon konsumen sebagai hal yang baru.

Proses Adopsi
Proses mental yang dijalani oleh individu melewati dari pertama mempelajari inovasi tertentu hingga ke adaopsi akhir.

Tahap-tahap Proses Adopsi
  1. Kesadaran (awareness), konsumen tahu akan produk baru tetapi kekurangan informasi tentangnya.
  2. Ketertarikan (interest), konsumen mencari informasi tentang produk baru tersebut.
  3. Pengevaluasian (evaluation), konsumen mempertimbang kan apakah mencoba produk baru adalah masuk akal.
  4. Percobaan (trial), konsumen mencoba produk dalam skala yang kecil untuk meningkakan perkiraan besarnya nilai produk tersebut.
  5. Pengadopsian ( adoption), konsumen menentukan apakah akan menjadi pemakai tetap atau tidak dari produk baru tersebut.

Pengaruh Karakteristik Produk terhadap Tingkat Pengadopsian.

  1. Keunggulan relatif Tingkat yang menunjukan keunggulan inovasi terhadap produk yang telah ada.
  2. Kompatibilitas. Tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai dan pengalaman calon konsumen.
  3. Kompleksitas.Tingkat kesulitan inovasi untuk dimengerti atau digunakan.
  4. Divisibilitas. Tingkat inovasi dapat dicoba sedikit demi sedikit.
  5. Komunikabilitas. Tingkat kemampuan hasil penggunaan inovasi dapat diobservasi atau dijelaskan kepada orang lain.

Minggu, 21 Oktober 2012

Tipe Perilaku Pembelian Konsumen

Tipe Perilaku Pembelian Konsumen
a.Perilaku Pembelian Kompleks
Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang bercirikan adanya keterlibatan konsumen yang sangat tinggi dalam membeli dan adanya persepsi yang signifikan mengenai perbedaan diantara merek.

b.Perilaku Pembelian Pengurangan Disonansi.
Perilaku pembelian dalam situasi dimana pembeli mempunyai keterlibatan yang tinggi tetapi melihat hanya sedikit perbedaan antar merek.

c.Perilaku Pembelian Kebiasaan
Suatu situasi dimana konsumen mempunyai keterlibatan rendah dan perbedaan yang tidak jauh antar merek.

d.Perilaku Pembelian Pencarian Variasi.
Perilaku pembelian konsumen dalam situasi dimana konsumen mempunyai tingkat keterlibatan yang rendah tetapi mempersepsikan adanya perbedaan merek yang signifikan.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Faktor-faktor Budaya
  1. Budaya : Serangkaian nilai, persepsi, keinginan, dan perilaku dasar yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga dan instansi penting lain.
  2. Sub-budaya : kelompok orang yang memiliki sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang serupa.
  3. Kelas Sosial : Pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan relatif teratur dimana anggota memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa.
Faktor-faktor Sosial.
  1. Kelompok : Dua atau lebih sekelompok orang yang berinteraksi untuk memenuhi tujuan individu atau tujuan bersama.
  2. Keluarga.
  3. Peran dan Status. ( Peran terdiri dari sejumlah aktivitas yang diharapkan untuk dilakukan menurut orang-orang di sekitarnya, Tiap peran membawa status yang mengambarkan penghargaan umum terhadap peran tersebut oleh masyarakat.
Faktor-faktor Pribadi
  1. Umur dan Tata Siklus Hidup,
  2. Pekerjaan.
  3. Situasi Ekonomi.
  4. Gaya Hidup : Pola hidup seseorang yang tergambarkan pada aktivitas, interest, dan opinion ( AIO ) orang tersebut.
  5. Kepribadian dan Konsep Diri. ( Kepribadian, sikologis yang membedakan seseorang yang menghasilkan tanggapan secara konsisten dan terus-menerus terhadap lingkungan. Konsep Diri, adalah kepemilikan seseorang dapat menyumbang dan mencerminkan ke identitas diri mereka ).
Faktor-faktor Psikologis
  1. Motivasi, kebutuhan yang mendorong seseorang secara kuat mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut.
  2. Persepsi, Proses menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti tentang dunia.
  3. Pembelajaran, perubahan perilaku seseorang karena pengalaman.
  4. Keyakinan dan Sikap, ( keyakinan = pemikiran deskriptif yang dipertahankan seseorang mengenai sesuatu. Sikap merupakan evaluasi, perasaan dan kecenderungan yang konsisten atas suka atau tidak seseorang terhadap suatu obyek atau ide ).