Rabu, 17 Juli 2013

Teknik Presentase Proposal Skripsi/Thesis

    Written by Ari Julianto


Dalam sidang seminar porposal S1, presentase proposal meminta masukan dari para dosen yang hadir khususnya Dosen Pembimbing I dan II dan juga beberapa audiens atau rekan sejawat lainnya sebelum penelitian tersebut dilakukan.Ringkasnya, presentasi hasil penelitian atau seminar hasil penelitian merupakan bentuk penyampaian hasil penelitian secara verbal atau audio visual dengan tujuan untuk meminta masukan agar hasil penelitian tersebut dapat lebih sempurna.

Teknik presentasi merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh seorang peneliti atau mahasiswa. Dalam postingan kali ini saya mencoba membantu para mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum penyajian presentasee proposal di seminar. Menyajikan presentasi proposal tidak jauh berbeda dengan menyampaikan pendapat di muka umum atau dalam kata lain, kita menguasai salah satu teknik komunikasi massa.

1. Tahap Persiapan
dalam tahap persiapan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

a. Persiapkan Mental
Berbicara di muka umum memerlukan kesiapan mental tersendiri. Rasa gugup bisa membuyarkan konnsentrasi. Perbanyaklah latihan menyampaikan pendapat di muka umum baik di kelas, di rumah atau di depan teman-teman.

b. Miliki Fisik yang Sehat
Menjaga kesehatan fisik merupakan keharusan sebelum presentase. Fisik yang sehat akan membuat pembicara dapat berkonsentrasi lebih baik saat presentasi maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

c. Mengetahui Lokasi Presentasi
Pengaturan tata letak ruangan pun perlu diketahui. Di mana tempat pembicara, podium, duduk, atau berdiri, apakah ada moderator, dan bagaimana posisi audiens.

d. Periksa Peralatan dan Fasilitas
cara penggunaan fasilitas yang sudah disediakan  perlu dipelajari agar bisa digunakan optimal dan tidak membuang waktu mempelajarinya terlebih dahulu saat presentasi telah berlangsung.

e. Mengetahui Tujuan Presentasi
Mengetahui tujuan presentasi dan siapa audiens kita akan membuat presentasi lebih mengarah tepat sasaran. Presentasi hasil penelitian merupakan presentasi informatif yakni untuk memberikan informasi kepada orang lain.

f. Mengetahui Siapa Peserta atau Audiens
Materi presentasi juga dibuat sesuai dengan tujuan presentasi dan audiens kita. Presentasi bukan hanya untuk menunjukkan apa yang telah kita lakukan tetapi bagaimana apa yang telah kita lakukan ini mendapat masukan dari audiens dan bermanfaat untuk mereka.

g. Persiapkan Materi dengan Cermat
Materi presentasi juga dibuat sesuai dengan tujuan presentasi dan audiens kita. Presentasi bukan hanya untuk menunjukkan apa yang telah kita lakukan tetapi bagaimana apa yang telah kita lakukan ini mendapat masukan dari audiens dan bermanfaat untuk mereka. Dalam mempersiapkan materi ini, gunakan media-media yang membuat presentasi ini menjadi menarik. Microsoft Power Point sudah biasa digunakan untuk membuat materi presentasi yang menarik.

h. Fokuskan Slide Presentasi
Mengingat waktu presentasi yang terbatas, umumnya jumlah slide yang dapat ditayangkan dalam waktu 15 hingga 20 menit adalah sekitar 7 slide. Slide yang baik justru tidak akan membuat penyaji membaca isi slide tersebut tetapi justru akan membuat audiens tertarik dan terfokus perhatiannya pada isi slide tersebut. Pilihlah warna slide yang sejuk dan tidak menyakitkan mata. Jika backgroundnya hitam, alangkah lebih baiknya tulisan dalam slide bewarna cerah seperti putih atau keemasan dan sebaliknya.

II. Tahap Pelaksanaan
Setelah memahami dan mempersiapkan tahap pertama, kemudian tibalah pada tahap kedua yakni pelaksanaan presentase. Prosesnya adalah sebagai berikut.

1. Dalam posisi berdiri tegak dan menatap ke seluruh audiens termasuk pada dosen,
2. Posisi tangan kiri memegang mic (jika dipergunakan) dan posisi tangan kanan untuk scroll down-up mouse tampilan Power Point,
3. Mulailah mengucapkan 'basmalah' (bagi yang Muslim),
4. Dilanjutkan dengan mengucapkan 'salam' (Assalamualaikum Wr Wb bagi Muslim atau Good Morning/afternoon bagi non Muslim),
5. Perkenalkan diri Anda: "First of all, allow me to introduce myself. My name is...."
6. Dilanjutkan dengan menyebutkan judul proposal Anda: "The title of my thesis proposal is...."
7. Dilanjutkan dengan memasuki Chapter I Introduction: "I would like to begin my presentation with Chapter I Introduction..."
8. Dalam tahap ini, alangkah lebih baiknya mata Anda terfokus pada layar tampilan,
9. Setelah selesai Chapter I Introduction kemudian dilanjutkan ke Chapter II Review of Literature: "Then, we go to the next chapter that is Chapter II Review of Literature..."
10. Mengingat sub chapter dalam Review of Literature banyak yang harus ditampilkan alangkah lebih baik dibuatkan outline dengan sedikit penjelasan,
11. Dilanjutkan dengan pembahasan Chapter III Method of Research (tergantung kenis risetnya) : "Finally, we go to the last chapter that is Method of Research..."
12. Mengingat waktu yang diberikan untuk presentase sangat terbatas, pada umumnya hanya Chapter I, II dan III saja yang disajikan,namun itu tergantung dari peraturan dan kebijakan fakultas masing-masing,
13. Mengakhiri presentase: "That's all the presentation of my thesis proposal. For your attention I would like to say thank you very much..."
14. Diakhiri dengan mengucapkan 'salam' (Assalamualaikum Wr Wb bagi Muslim).

Apa yang saya paparkan diatas merupakan satu contoh saja. Anda bisa meggunakan frase-frase yang lebih baik dan lebih tepat selain dari itu.
 
Untuk melatih dan memperdalam teknik presentase yang baik, berikut ini saya memberikan link download teknik presentase. Meski sebenarnya ditujukan untuk work presentase, tidak salahnya kita belajar dari buku ini.
- Bukunya dalam format PDF dapat didownload (8MB) DISINI
- Audionya (File 1) dalam format rar (21MB) dapat didownload  DISINI
- Audionya (File 2) dalam format rar (21MB) dapat didownload  DISINI

If you find the link error, you may contact me personally via email: mr.ari69@gmail.com
(Jika link ini tidak berlaku, silakan hubungi saya via email: mr.ari69@gmail.com)

Demikianlah pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat. Amin.

Selasa, 16 Juli 2013

Presenting Data Visually

Presenting Data Visually

      Written by Ari Julianto


Many skripsi or theses need to present substantial amounts of information, usually empirical data. Welldesigned visual presentations are powerful because they can present these data sets without overloading readers. Clear presentations will enrich your analysis. They will help you think about the data and explore its meanings.

There are four main types of visual presentations for data,

1. Maps for geographic and spatial information.
If your skripsi or thesis contains important geographical information, you should include maps tailored to your needs. Spatial dimensions are crucial to many topics: war, nationalism, immigration, urban studies, environmental changes, and more. If you are studying one of these topics, look for good maps to download or scan. When you find one during your research, make a special note of it so you can use it later (with proper citation, of course). In most cases, you don’t need to create your own maps from scratch. Existing maps are perfectly fine, although you may wish to add a few labels and arrows to highlight points of special interest.

2. Verbal tables and figures for arguments and concise analysis.
Verbal tables contain written information, such as lists of wars and dates, rather than numbers. They are valuable tools and, in my opinion,should be used more often in theses, articles, and books. Figures are rather like free-form tables and are equally useful. The figure with overlapping circles contrasts sharply with separate boxes for the traditional approach.If you borrow figures like these from another author, remember that you need to cite them, just as you do maps, paintings, photographs, architectural drawings, and any other visual materials. The rule is simple: If you use others’ work, give them credit. Figures are also useful for presenting causal analysis.

3. Pictures, posters, and drawings for illustration of important points.

A picture may be worth a thousand words, but it will be worth more if you use another ten words to introduce it.Unless you are studying art, cultural history, or consumer marketing, your thesis probably doesn’t need pictures. Never use them for decoration, and think twice before using them to illustrate. They may distract, not enhance. Follow the usual rule: Use nothing extraneous.

4. Charts and graphs for numerical data.
If your thesis includes substantial data, you’ll need to think about the best ways to present it—ways that are accurate, clear to your readers, and well integrated into your paper. For small data sets, say ten or twelve numbers, tables are usually the best solution. But for larger data sets, tables have serious drawbacks. It’s hard for readers to absorb a dense array of numbers, hard to discern the key features and major trends. You’ll do better using well-designed charts or graphs. Charts is the more general term, referring to any display of information, whether it’s a pie chart or an organizational chart. Graphs are simply charts that display quantitative information on axes, such as the x- and y-axes on graph paper.

To be remembered:
- The one that’s best for your presentation depends on the kind of analysis you are conducting.
- You need to cite the source, and you need to introduce these visual elements in the text, just as you would a long quotation.
- Whenever you use graphs, maps, tables, photographs, or any visual materials, cite the original sources, just as you do for other kinds of information.
- Give credit where credit is due, whether it’s for words, ideas, drawings, or other work.Giving that credit is simple: list the source immediately below the image. For example:
Source: Philip J. Haythornthwaite, The World War One Source Book (London: Arms and Armour Press, 1993).
- If you have modified an existing visual image, say that, too. For example:
Source: Philip J. Haythornthwaite, The World War One Source Book (London: Arms and Armour Press, 1993), 41, casualty figures added.

I hope today's posting will be useful for all of us. Amien.

Senin, 15 Juli 2013

Ragam Tugas Akademik dalam Bentuk Tulisan

Ragam Tugas Akademik dalam Bentuk Tulisan
 
Written by Ari Julianto


Selama masa pendidikan di perguruan tinggi, para mahasiswa dihadapkan dengan sejumlah tugas akademik dalam bentuk tulisan. Beragam tugas akademik ini tidak semua diterapkan, namun setidaknya para mahasiswa memahami perbedaan beagam jenis tugas akademik dalam bentuk tulisan. 

Menurut Salam Burhanuddin.dalam Cara Belajar yang Sukses di Perguruan Tinggi menyatakan bahwa sejumlah tugas akademik yang dihadapi mahasiswa di Perguruan tinggi dapat dibedakan antara lain:

1. Makalah (Inggris: Paper)
Pembahasannya difokuskan pada masalah tertentu yang biasanya berhubungan dengan suatu mata kuliah atau bidang spesialisasi tertentu.

2. Laporan (Inggris: Report)
Isinya terpusat pada hasil studi tentang sesuatu yaitu studi lapangan atau studi tentang suatu buku.

3. Tugas Akhir (Inggris: Terminal paper)
Semacam karya akademis yang pembahasannya didasarkan kepada studi kepustakaan. Biasanya disusun ketika akan mengakhiri suatu program tertentu seperti diploma atau dapat juga sebagai pengganti skripsi.

4. Kertas Kerja (Inggris: Work Paper)
Kertas kerja adalah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif. Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.

5. Karya Akademik
yaitu suatu karya ilmiah yang membahas suatu masalah yang berdasarkan dari suatu hasil penelitian. Biasanya disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian sarjana muda atau sarjana. Karya akademik di Perguruan Tinggi dibedakan dalam 3 tingkatan, yaitu :

a. Karya akademik untuk S-1 disebut Skripsi.
Skripsi adalah karya tulis ilmiah akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S-1. Skripsi tersebut adalah bukti emampuan akademik mahasiswa yang bersangkutan dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah pendidikan sesuai dengan bidang studinya.

b. Karya akademik untuk S-2 disebut Tesis (Inggris: Thesis).
Tesis adalah karya ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program studi S-2. Tesis tersebut merupkan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian pengembangan ilmu pada salah satu disiplin ilmu.

c. Karya akademik untuk S-3 disebut Disertasi (Inggris: Dissertation).
Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S-3 Disertasi tersebut merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu.

Selain dari tugas-tugas akademik di atas, sebagai seorang guru atau calon guru, perlu juga mengetahui beberapa karya tulis keguruan lainnya seperti artikel ilmiah, diktat, modul ataupun karya terjemahan.

Melalui karya tulis inilah, guru atau calon guru dapat mengembangkan profesinya. Dimanfaatkan atau tidak pilihan tersebut akan sangat tergantung dari berbagai faktor seperti kemampuan, kemauan (motivasi), dan kesempatan. 

Semoga pembahasan kita kali ini bermanfaat. Amin.

Minggu, 14 Juli 2013

Skripsi or Thesis Length

Skripsi or Thesis Length

      Written by Ari Julianto


One of the readers in this blog who sent me an email asked me about the length of a skripsi or thesis. How many pages should the skripsi or thesis be?

Standards vary widely, and the most important advice is to check with your department about the rules. Sometimes the department published a writing thesis guide for students where you can find the rules for the length of a skripsi or thesis.

But if you do not find the rule for the length of a skripsi or thesis, ask your thesis adviser about his preferences.Do that early and keep it in the back of your mind, but don’t think much about it until you are well into drafting the paper. Until  then, you should simply aim to write a thesis that is about as long as a good journal article in your field.

Not all fields have the same descriptions length. Articles—and theses—tend to be longer in fields such as history and anthropology, which require a fair amount of description alongside the analysis.

Articles are shorter in fields like economics that rely on mathematical models and quantitative analysis. Fields like political science and sociology lie somewhere in the middle. In international relations, for example, most journals ask for articles than run about fourteen thousand words, including footnotes, which is between fifty and sixty pages (assuming 250 words/page). That is a common range for senior theses in international relations, as well.

How about department of Teacher's Training and Education (FKIP)? Ideally, the length of the skripsi or thesis is over sixty pages in single page (Not including Reference and Appendices). Some other departement include Reference and Appendices as part of the skripsi or thesis.

As the conclusion I can draw that a skripsi or thesis is generally as long as a good article in your field. Still, you must check on your department’s requirements and ask your thesis adviser about his preferences. For FKIP skripsi or thesis ideally is sixty pages (not including Reference and Appendices).

I hope today's posting will be useful for all of us. Amien.

Sabtu, 13 Juli 2013

Pearson Product-Moment Correlation Coefficient

     Pearson Product-Moment Correlation Coefficient


Written by Ari Julianto


The term of Pearson Product-Moment Correlation Coefficient (usually symbolized r), or correlation coefficient mostly used in statistic. In educational research is used especilly to find out the correlation or relationship.

Basically, Pearson Product-Moment Correlation Coefficient (sometimes referred to as the PPMCC or PCC, or Pearson's r) is a measure of the degree of linear relationship between two variables, usually labeled X and Y. While in regression the emphasis is on predicting one variable from the other, in correlation the emphasis is on the degree to which a linear model may describe the relationship between two variables. In regression the interest is directional, one variable is predicted and the other is the predictor; in correlation the interest is non-directional, the relationship is the critical aspect.

The Pearson product-moment correlation coefficient is widely used in the sciences as a measure of the strength of linear dependence between two variables. It was developed by Karl Pearson from a related idea introduced by Francis Galton in the 1880s.

There are some requirements for PPMCC measurement, they are"
a. The sample taken by using random sampling,
b. The data that will be tested must be homogen,
c. The data that will be tested must be normal distribution,
d. The data that will be tested is linear.
e. Independent variable (x) and the dependent variable (Y) must be in interval scale or ratio.

The function of PPMCC in statistic in to test the generalization ability (significanse) of the research result. There are two kinds of PPMCC for measurement, they are"

a. For a population
Pearson's correlation coefficient when applied to a population is commonly represented by the Greek letter ρ (rho) and may be referred to as the population correlation coefficient or the population Pearson correlation coefficient.

b. For a sample
Pearson's correlation coefficient when applied to a sample is commonly represented by the letter r and may be referred to as the sample correlation coefficient or the sample Pearson correlation coefficient. We can obtain a formula for r by substituting estimates of the covariances and variances based on a sample into the formula above. 

The PPMCC value is symbolized as r (rho). The value of PPMCC is between -1 < r < 1. If r value = 0, it meanis there is not correlation or there is no relationship between independent variable and dependent variable.

If r value = +1 it means there is a positive correlation between independent variable and dependent variable. And if r value = -1 it means there is a negative correlation between independent variable and dependent variable.

How to measure the research result completely by using Pearson Product-Moment Correlation Coefficientcan be seen and downloaded (in Bahasa Indonesia) HERE.

Hope today's posting will be useful for all of us. Amien.

Jumat, 12 Juli 2013

Data Collection Procedure


 

Written by Ari Julianto

Data Collection Procedure which is usually in a skripsi or thesis placed in sub-chapter Research Design or Research  Methodology is a report of the procedure how we collect the data.

The procedure of Data Collection depends on the kind of the research. In this posting I cannot explain all kinds of research for collecting the data. I just give some examples of them.

There are two ways in reporting the Data Collection Procedure. First, in paragraph description and secod in numerial description. For this matter, I can suggest that if the procedure or the steps of collecting the data is below five steps, it is advisable to report it in  paragraph description. On the contrary, if the steps of collecting the data is  more than five steps, numeral description is a choice.

The most important thing in reporting Data Collection Procedure is the significant and the factual steps. Begin the report from the basic one. for example, if the instrument of the research is a test, report it from how we administrate it to the students, then what next? do  we ask the students to read the test (for how minutes?) or do we ask the students to answer the test directly, and so on.

Below I give you some examples of the procedure in Collecting the Data. I would not say that these are the best examples.

1. Data Collection Procedure for Novel Analysis
The steps of collecting data are as follows: firstly, the writer reads the novel several times thoroughly. And then he takes the most important point to be the subject matter which in this case Harry Potter’ sadness feelings. In this step the writer also selects the data which are relation with the purpose of the study. Then, he makes the novel as the primary source of data. Secondly, the writer also consults to his advisory lecturers to ask for some guidance in writing this thesis. Finally, he collects all the data that support his subject matter. The writer takes the sources of the references of the several books, dictionaries and Internet which have relationship to the subject matter. He formulated the idea regularly into so called thesis. In this step, he also arranges the data systematically in accordance with the problem of the study. 

2. Data Collection Procedure for News Analysis
The data were analyzed by using descriptive technique through some steps. The steps are as follows
a. Selecting the data based on the source of data,

b. reading all the selected articles of educational news of British Broadcasting Corporation News Online,
c. identifying each sentence that contains infinitive forms,

d. classifying the infinitive forms to find out the type of infinitive,
e. finding out the most dominant infinitive forms.


3. Data Collection Procedure for Effect Research
For collecting the data of the research, the researcher developed a teacher-made test that relates to the vocabulary skill based on LKS (Lembar Kerja Siswa). The vocabulary is taken from Developing English Competencies for Grade XI of Natural and Social Science Programmes Senior High School (SMA/MA) Departemen Pendidikan Nasional. The test consist of 40 test items in which the students had to answer them in 30 minutes. The test is a teacher made-test in which where there were 40 numbers that consisted of 10 numbers for matching the words and pictures, 10 numbers for filling the blanks, 10 numbers for changing word formation and 10 numbers for associating words. Each number was scored 2.5 (100 : 40 = 2.5).

4. Data Collection Procedure for Students' Ability
For collecting the data, some steps was performed as follows:
1. This research was developed a test of completion test in order to see the results of the students' ability to use descriptive adjective in English simple sentences,
2. The test was given to the students and give five minutes to the students to read the test thoroughly,
3. The researcher collected the answer sheet,
4. The researcher calculated the correct and the incorrect answers,
5. The correct answer was scored 5 and the wrong answer did not affect the score.


Hope today's posting will be useful for all of us. Amien.

Contoh Skripsi Psikologi S1 Download

Dapatkan banyak Contoh Skripsi Psikologi S1 Download dalam dvd ini saya sediakan Contoh Skripsi Psikologi S1 Download ini lengkap, full skripsi dari bab pendahuluan sampai penutup, yang pastinya akan sangat sebagai referensi skripsi. Bayangkan dengan memiliki banyak contoh skripsi skripsi akan cepat selesai.  Karena dapat melihat panduan dan contoh yang banyak, buruan mumpung masih saya jual. Contoh kumpulan skripsi ini saya kemas dalam dvd lengkap dari pendahuluan sampai bab penutup dan daftar pustaka, sangat baik untuk panduan dan referensi penyusunan skripsi. Kumpulan skripsi ini tentunya pasti akan memberikan inspirasi dan gambaran, yang akan sangat membantu proses penyusunan skripsi yang sedang akan dilakukan. Dengan memiliki banyak contoh skripsi akan memberikan gambaran bagaimana proses dan penyusunan serta judul-judul skripsi yang akan diajukan kepada dosen pembimbing nantinya. Tersedia juga banyak contoh skripsi berbagai jurusan yang komplit per jurusan dengan jumlah koleksi ribuan skripsi dalam format microsoft word dan pdf, lengkap untuk berbagai jurusan. Juga ditambahkan bonus yang sangat menarik setiap pembelian, software dan ebook mahal gratis untuk setiap pembelian.

Mungkin teman-teman semua pada mikirin skripsi yang gak kunjung selesai karena susahnya menyusun skripsi. Susahnya mendapat judul yang tepat untuk menyusun skripsi, Judul yang kita inginkan pun belum pasti diterima oleh dosen pembimbing. Betapa susahnya menyusun skripsi karena saya sendiri pernah mengalaminya. Judul yang kita telah tentukan sekalipun diterima, namun ada kendala di referensi yang harus kita cari kesana kemari. Oleh sebab itu saya ingin menawarkan sesuatu yang mungkin dapat sangat membantu teman-teman semua, dalam menyusun skripsi.

Bagi teman-teman yang membutuhkan contoh skripsi (sudah jadi) yang saya sebut sebagai contoh skripsi berbagai jurusan ini, maka tidak perlu khawatir karena dalam paket skripsi yang bisa tema-teman dapatkan beragam skripsi dengan berbagai aliran penulisan bisa teman-teman dapatkan dan sesuai dengan jurusan.

Disini kami menyediakan paket contoh skripsi dengan berbagai judul untuk satu jurusan. Silahkan langsung kontak dan lakukan pemesanan pada kami, untuk mengetahui ketersediaan paket contoh skripsi per jurusan ini, Segera langsung saja lakukan pemesanan dengan menghubungi kami.

Sekilas tentang skripsi, skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.

Istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Negara lain, seperti Australia menggunakan istilah thesis untuk penyebutan tugas akhir dengan riset untuk jenjang undergraduate (S1), postgraduate (S2), Ph.D. dengan riset (S3) dan disertation untuk tugas riset dengan ukuran yang kecil baik undergraduate (S1) ataupun postgraduate (pascasarjana). Sedangkan di Indonesia skripsi untuk jenjang S1, tesis untuk jenjang S2, dan disertasi untuk jenjang S3.

Dalam penulisan skripsi, mahasiswa dibimbing oleh satu atau dua orang pembimbing yang berstatus dosen pada perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Untuk penulisan skripsi yang dibimbing oleh dua orang, dikenal istilah Pembimbing I dan Pembimbing II. Biasanya, Pembimbing I memiliki peranan yang lebih dominan bila dibanding dengan Pembimbing II.

Proses penyusunan skripsi berbeda-beda antara satu kampus dengan yang lain. Namun umumnya, proses penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:

1. Pengajuan judul skripsi
2. Pengajuan proposal skripsi
3. Seminar proposal skripsi
4. Penelitian

Setelah penulisan dianggap siap dan selesai, mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji (sidang tugas akhir). Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.

Terdapat juga proses penyusunan skripsi yang cukup ringkas sebagai berikut:

1. Pengajuan judul skripsi/meminta topik skripsi dari dosen
2. Penelitian dan bimbingan skripsi
3. Seminar
4. Sidang
5. Revisi

Karakteristik skripsi, merupakan karya ilmiah sehingga harus dihasilkan melalui metode ilmiah. Merupakan laporan tertulis dari hasil penelitian pada salah satu aspek kehidupan masyarakat atau organisasi (untuk ilmu sosial). Hasil penelitian ini dikaji dengan merujuk pada suatu fenomena, teori, atau hasil-hasil penelitian yang relevan yang pernah dilaksanakan sebelumnya. 

Berdasarkan pengalaman pada waktu dulu menyusun skripsi, hal yang menyebabkan skripsi tidak kunjung selesai adalah kurangnya bahan referensi. Untuk mencari referensi biasanya harus mengunjungi perpustakaan bukan? Masalah terbesarnya adalah di perpustakaan mungkin kita tidak bisa meminjam dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu lama, belum lagi kita harus mengetik ulang, makan waktu lagi bukan? 

Apa lagi kalau seperti saya ini, ngetiknya 11 jari, hanya menggunakan telunjuk kiri dan telunjuk kanan. Mungkin kita bisa cari bahan gratis di internet, namun sayangnya, walaupun gratis, terkadang bahan yang kita download di internet kurang lengkap dan terkadang kurang sesuai. Berita baiknya kami telah mengumpulkan banyak referensi contoh skripsi dari berbagai jurusan yang dijual dengan harga murah buruan segera dapatkan.